Sayur Hati & Inside-Out: Ketika Kebahagiaan berwarna Biru

Anak²ku suka sekali “Inside-Out” (I-O), mereka sangat menikmati buku & film-nya. Saya sendiri baru menonton filmnya beberapa waktu lalu di pesawat, saat ndak bisa tidur karena fikiran yang menolak untuk menenangkan diri. Visualisasi, alur cerita, & plot I-O disajikan dengan sangat apik, menarik bagi anak², namun sebenarnya juga penting dipahami bagi orang dewasa.

“Menurut saya” salah satu hikmah  penting I-O adalah dalam hidup ini kesedihan (sadness) merupakan salah satu bagian penting dari hidup ini. Kesedihan memberikan pelajaran penting hidup yang unik yang tidak bisa diberikan oleh kebahagiaan, kemarahan, atau logika. Terkadang lewat kesedihan/kesusahan hidup, “dunia baru” muncul (merujuk pada dunia di I-O). Darinya warna-warna/rasa baru dalam hidup muncul.

Pain
Beberapa cobaan hidup yang saya alami akhir-akhir ini juga membuka mata saya. Mulai dari wafatnya orang tua (ibu), sakitnya istri, dll. Namun di sisi lain saya mendapat support & bantuan yang luar biasa dari orang² disekitar saya. Para sahabat yang sebenarnya adalah saudara terdekat yang bagaikan malaikat dengan ikhlasnya membantu saya & keluarga dalam melewati masa-masa sulit. Saudara-saudara dari pengajian Khataman, TPA, IISB, ISAQ, pembimbing S3, teman kuliah (lab), Tetangga, dsb.

Saya sendiri merasa sangat berdosa menerima kebaikan yang luar biasa tersebut. Jujur, karena saya selama ini lebih bersifat Introvert (tertutup). Tentu saja sifat saya tersebut karena masa lalu saya yang agak “unik”. Selebihnya karena saya memiliki kemampuan bersosialisasi yang rendah, sering salah ucap atau bertindak, tidak peka, LeMot (lemah otak), dll (jujur banget ^_^ ). Jadi sering minder saja sendiri, walau istri sudah sering ‘ngomelin’ saya karena sifat saya tersebut … :) …

Namun ‘Musibah’ yang saya alami akhir² ini menjadi milestone penting bagi saya untuk berusaha merubah diri. Sebuah pelajaran hidup tentang persaudaraan, tolong-menolong, berbagi keceriaan, pengorbanan  dan masih banyak lagi yang Insya Allah tak akan saya lupakan. Juga “dunia baru” yang muncul yang akan saya ‘cherish‘ selalu. Sebenarnya dulu tahun 2010 pernah nulis yang isinya kurang lebih mirip dengan tulisan ini (“Sayur Hati“). Namun kejadian akhir-akhir ini lebih cocok kalau diberi judul “Bumbu Kehidupan”… :) ….

Sebagai penutup, ijinkan saya untuk sekali lagi mengucapkan Terima Kasih yang sebesar-besarnya untuk semua sahabat-saudara di Brisbane atas semua bantuannya (I just can’t thank enough): Khataman, TPA, IISB, supervisor, teman lab, dan tetangga (Jenny-Orlando). Semoga Allah membalas dengan kebaikan yang terbaik, aamiin.
“Jazakumullahu Khairan Katsiran Wa Jazakumullahu Ahsanal Jaza”

Ibu

Dan sungguh Kami akan berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (Qs. 2:155)

Leave a Reply