Secangkir Kopi di Barcelona

Seakan baru saja kemarin bersama istri menonton “99 cahaya di langit Eropa”. Masih teringat saat menonton tiba-tiba saya bercanda ke istri: “Bunda, kayaknya ngopi di pinggir jalan di Eropa sambil makan kerang seru ya ?”… Tak dinyana bercandaan bisa menjadi doa & terkabul dalam waktu yang sangat singkat. Tulisan ini saya ketik sambil minum Kopi di pinggir jalan di Exoticnya Barcelona. Sungguh tak disangka aplikasi travel grant tembus ke sebuah internasional workshop di jantung Barcelona. Tulisan ini bukan tentang perjalanan saya ke Eropa, tapi tentang keberanian untuk bermimpi. Ya … Bermimpi. Bagaimana tidak dibilang mimpi, masih jelas dalam ingatan saat SD dulu harus belajar dengan lilin karena listrik diputus akibat tidak mampu membayar tagihan PLN selama beberapa bulan. Atau harus makan nasi & garam, karena memang sudah terlalu lapar & tidak ada makanan lain lagi. Atau bahkan hingga SMU sering menunggak membayar SPP sekolah hingga beberapa bulan, atau cobaan demi cobaan lain yang datang silih berganti.

Tidak hanya cobaan ekonomi, sejak kecil saya mendapat berbagai cobaan lain. Masih ingat dulu tetangga-tetangga saya pasti meludah saat lewat di depan saya atau tempat tinggal kami. Mungkin karena saya berasal dari broken family yang miskin … :’) … atau memang saya begitu menjijikkannya …

Walau dunia terasa sangat gelap saat itu, saya masih ingat pernah menangis sekeras-kerasnya sambil membenturkan kepala ke tembok … Bertekad untuk mencapai kebahagiaan saat dewasa. Anehnya entah mengapa saat itu mimpi saya adalah ingin bisa kuliah ke Luar Negeri. Jika mengingat keadaaan saat itu, mimpi tersebut bak sebuah mimpi di siang bolong yang sangat “bodoh” :D

Tapi ternyata “Tuhan ndak Sare”, Alhamdulillah saya bisa kuliah di Universitas negeri. Kuliah sambil bekerja untuk biaya kuliah & sedikit organisasi. Saat itu juga bertemu seorang istri  & sahabat-sahabat yang baik :) Sejak saat itu hidup yang sebelumnya monochrome berubah menjadi 4K ultra HD with surreal colors :)

Kepada pembaca tulisan ini, terutama para remaja & pemuda yang sedang mengejar cita-cita, jangan menyerah, terus berusaha, jangan tinggalkan agama, dan hati-hati memilih lingkungan & “teman”. Tidak mengapa sesekali menangis & berteriak, hidup memang tidak mudah. Namun setelah air mata mengering & tenggorokan serak, lanjutkan langkah dan gapai semua mimpi-mimpi. “Jangan takut”, walau sepertinya tak mungkin tercapai, terus saja keras kepala & melangkah. Temukan sahabat & pasangan hidup yang baik, niscaya mereka akan memberikan keajaiban yang luar biasa. Jangan pernah menolak kesempatan berbuat baik kepada orang lain. Jaga akhlaqul karimah dan hormati orang lain, terutama yang lebih tua. Sesekali berhenti sejenak, istirahat, dan hibur diri sendiri. Sesekali juga merenung dimalam hari bermuhasabah, refleksi diri sendiri. Jangan sampai kesalahan dan kelemahan diri sendiri tidak disadari.

Insya Allah, mimpi bisa menjadi nyata, kebahagiaan bukan hanya hayalan. Alhamdulillah saya telah merasakan kuliah di tiga universitas papan atas dunia & bisa keliling ke berbagai negara bermodalkan ilmu… Saya doakan semoga pembaca tulisan ini juga dapat meraih cita-cita & kebahagiaan yang diimpikan. Aamiin.

Ora et Labora@Plaza de Catalunya-Barcelona, 16-10-2014~ [TES]®

  Europe_2014 Europe_2014_2 Europe_2014_3 Europe_2014_4

2 thoughts on “Secangkir Kopi di Barcelona

Leave a Reply