Sombong di Atas Kesadaran

Teringat dulu di SMU, ada teman yang mengatakan konon kabarnya ada seseorang yg enggan berdoa kepada Allah, karena ia malu dosanya banyak atau telah merasa cukup/bersyukur akan segala nikmat yg telah didapatkan. Sekilas hal ini adalah sesuatu yang baik, namun ternyata dalam Islam apabila kita tidak berdoa maka jatuhnya kita adalah orang yang sombong. Dari sini saya simpulkan bahwasanya kadang-kadang manusia sombong namun ia tidak mengetahuinya.

Sombong jika dilihat dikamus bermakna kurang lebih membanggakan atau berlebihan dalam menilai diri sendiri. Rasul mendefinisikan sombong sbg “melecehkan orang lain dan menolak kebenaran” (HR Muslim dan Tirmidzi). sifat sombong adalah sifat yg tidak hanya dibenci manusia, tapi juga oleh Yang Maha Kuasa (QS 31:18; 57:23, 27:31). Sampai-sampai bahkan apabila ada kesombongan sebesar biji zarrahpun [kecil], maka ia tidak akan masuk surga (HR Bukhari Muslim).

Sekarang yang menarik adalah bagaimana jika kita tidak sadar/tau bila kita sombong? Waktu kecil [mungkin sampai sekarang] banyak orang-orang di sekitar saya, blg saya sombong. Tapi saat itu saya bingung setengah mati, apa maksudnya? bagaimana mungkin? wong saya bukan org kaya! tampang juga pas-pasan [jujur kan? :p]. Kadang-kadang bila org lain yg mengatakan kita sombong tapi tidak bisa menjelaskan apa yg ia maksud dgn sombong tsb, maka bisa jadi ia bukanlah sombong. Bisa jadi org tsb iri, bercanda, atau salah mengerti. Namun apabila orang tsb bisa menjelaskan dgn baik maksud tuduhan sombongnya dengan penjelasan yang valid, maka sebaiknya tertuduh bertaubat dan memperbaiki kelakuannya.

Ada orang-orang disekitar kita sombong dengan caranya sendiri. Saya dulu pernah terjerumus dalam kesombongan ini. Masa kecil sampai dewasa saya penuh dengan cobaan, mulai dari kemiskinan, masalah keluarga, tetangga, dll [u name it, I have felt it]. Pada saat itu biasanya manusia merasa bahwa ia adalah orang yang paling menderita di dunia [kalo perlu jagat raya :p]. Parahnya ia justifikasi segala tindakannya dengan alasan penderitaannya itu, misal ia tidak shalat/puasa, mabuk-mabukkan, malas belajar, tidak menggunakan hijab, dll. Padahal Subhanallah, apapun cobaan yg kita rasakan saat ini, yakinlah di dunia ini berjibun-jibun banyaknya org yg jauh lebih menderita, & ketahuilah bahwa kita mungkin akan malu apabila ternyata banyak orang yang jauh lebih menderita tsb tetap beriman, bertakwa, dan istiqomah di jalanNYA.

Saya tersadar akan kesalahan saya ini ketika suatu saat saya berada pada puncak stress akan kehidupan, lalu saya iseng menyesatkan diri di KRD Jabotabek. Pada saat itu saya memperhatikan tukang Mangga [Notes tukang mangganya BUKAN wanita! :p]. Pada awal stasiun keberangkatan kereta [misal Jakarta-Kota], harga mangga yg ia jual waktu itu Rp8000/kilo [3-4mangga]. Seiring dgn stasiun yg kian berlalu sang pedagang bolak-balik sambil membawa mangganya yg berat kedepan dan belakang kereta melalui gerbong2 yg sesak penumpang. Hebatnya ia berjualan dgn riang walaupun jarang yg beli, teringat teriakannya saat itu: “Mangga manis berhadiah langsung,…Kantong kresek” :D. Subhanallah walaupun lelah, panas, dan ga ada yg beli Sang Pedagang yg hebat tsb tetap tegar dan semangat dalam menjalani hidupnya. Lucunya [or lebih tepat miris-nya], ketika kereta semakin dekat ke tujuan akhir [Bogor], maka harga mangga juga semakin murah. Seingatku Rp5000/5-6 mangga!.

Ya Allah, lemas langsung badan ini membayangkan sang pedagang yang telah capek-capek bolak-balik seharian ngangkat bakul mangga yang berat berdesak-desakan dan panas, tapi ia jual mangga dgn harga yg segitu murahnya. Berarti untuk kerja yg seberat itu seharian ia hanya paling-paling mendapatkan Rp5000-10.000/hari. Ya Allah saya Malu semalu-malunya saat itu, malu sama tukang mangga yang hidupnya jauh lebih menderita, tapi ia bisa tegar dalam menghadapi hidup ini. Belum lagi cerita teman tentang orang-orang buta di sekolah SLB dekat Lebak Bulus. Orang-orang yg tidak memiliki tangan, kaki, atau tidak dapat mendengar/berbicara. Orang-orang di Etopia, di Irak, Palestina, Afganistan, dll. Subhanallah sungguh cobaan saya tidak seberapa dibanding mereka.

Terkadang kita sombong pada Allah & orang-orang yang lebih menderita di sekitar kita ketika merasa kitalah org yg plg menderita di dunia. Kadang kita juga sombong dgn tidak meminta pertolongan Allah atau org lain ketika kita tertimpa musibah. kita kadang sombong ketika kita lalai shalat atau ibadah lainnya. kita kadang sombong dengan tidak berhijab. kita kadang sombong ketika kita malas belajar. kita kadang sombong ketika kita berbicara buruk. kita kadang sombong ketika kita menunda bertaubat. Kita kadang sombong ketika kita pikir ibadahnya sudah cukup, kita kadang sombong dgn merasa dosa kita tidak banyak, kita kadang sombong ……… Naudzubillah tsumma naudzubillah,…semoga kita semua terhindar dari sifat sombong.

Saya tutup dgn firman Allah yg terjemahannya kurang lebih:

“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri” [An Nisaa:36]

Wallahu’alam Bishawab

[Taufik Sutanto, 27Sep2009]

To All, marilah kita saling membantu & mengingatkan satu sama lain.

Leave a Reply